Aplikasi . 30/08/2026, 12:44 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Untuk itu, Twitter.now menghadirkan alat AI bernama Vera.
Vera merupakan singkatan dari veracity engine for real-time analysis atau mesin kebenaran untuk analisis waktu nyata.
Alat ini secara otomatis memeriksa fakta unggahan. Tujuannya, pengguna bisa mengetahui apakah mereka marah karena informasi yang benar atau sesuatu yang sepenuhnya dibuat-buat.
Namun, Vera masih berada pada tahap awal. Model tersebut juga masih memiliki banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.
Pengguna setidaknya harus membayar US$20 atau sekitar Rp355 ribu untuk mengakses platform tersebut sekaligus mendapatkan predikat sebagai pendiri atau founder.
Biaya tersebut bahkan sudah mencapai sekitar setengah biaya berlangganan X Premium+ selama satu bulan.
Twitter.now punya alasan tersendiri untuk menerapkan tarif tersebut.
Platform ini mengklaim biaya pengguna berguna untuk "mencegah bot masuk dan tetap independen".
Mereka juga mengatakan "akses berbayar membuktikan bahwa ada orang sungguhan di balik akun tersebut"
Meski saat ini menerapkan biaya, Twitter.now tidak akan selamanya membatasi akses.
Perusahaan tersebut mengatakan akan "membuka akses untuk lebih banyak orang di kemudian hari."
Artinya, platform ini masih berada pada tahap awal. Pengembang masih harus menyempurnakan Vera, memperluas akses pengguna, sekaligus menghadapi proses hukum yang belum selesai.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media