Tech Update . 13/09/2026, 10:33 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sebagian besar ponsel lipat Android flagship, termasuk Galaxy Z Fold 8, belum memiliki cincin magnetik Qi2 bawaan. Pengguna akhirnya harus mengandalkan casing pihak ketiga untuk menggunakan berbagai aksesori magnetik.
iPhone Duo hadir dengan teknologi MagSafe/Qi2 yang sudah terintegrasi sehingga kompatibel dengan ekosistem aksesori magnetik. Jika ponsel lipat ingin membangun ekosistem yang lebih praktis, integrasi semacam ini seharusnya menjadi standar.
iPhone Duo menyembunyikan kamera di bawah panel layar internal. Hasilnya, pengguna dapat menikmati tampilan layar yang mulus tanpa poni ketika menjelajahi web atau menonton film, sementara kamera aktif saat digunakan untuk FaceTime atau mengambil foto.
Samsung sebenarnya sudah memelopori kamera bawah layar, tetapi kemudian menghapus fitur tersebut pada Galaxy Z Fold 7. Jika Apple mampu memberikan kualitas yang baik dengan pendekatan ini, produsen Android punya alasan kuat untuk kembali mempertimbangkannya.
Garis lipatan atau crease masih menjadi salah satu kompromi pada ponsel lipat. Meskipun teknologi layar fleksibel terus berkembang, lipatan pada sejumlah perangkat masih terlihat atau terasa ketika pengguna menyentuh permukaan layar.
Apple mencoba menghadirkan crease yang jauh lebih minim pada iPhone Duo. Jika hasil tersebut benar-benar sangat baik sejak generasi pertama, produsen Android yang sudah bertahun-tahun mengembangkan foldable tentu harus semakin agresif mengejar layar yang terasa mendekati smartphone biasa.
Ponsel lipat kini semakin sering diposisikan sebagai perangkat kerja sekaligus alternatif tablet. Karena itu, kapasitas penyimpanan menjadi faktor penting, terutama bagi pengguna yang memanfaatkannya untuk pekerjaan jangka panjang dan pembuatan konten.
iPhone Duo menawarkan penyimpanan internal hingga 2TB, sedangkan para pesaing Android masih membatasi kapasitas hingga 1TB. Kapasitas lebih besar ini membuat iPhone Duo semakin menarik bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan besar langsung di perangkat.
Delapan fitur tersebut menunjukkan bahwa persaingan ponsel lipat ke depan tidak hanya soal siapa yang memiliki bodi paling tipis. Konsumen juga akan melihat seberapa nyaman perangkat digunakan setiap hari.
Jika Apple mampu menjadikan fitur-fitur tersebut sebagai standar baru, produsen Android tentu harus merespons. Dan bagi konsumen, persaingan tersebut justru menjadi kabar menarik karena setiap generasi foldable berpeluang membawa pengalaman yang semakin matang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media