Tech Update . 13/09/2026, 10:33 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - iPhone Duo sebagai ponsel lipat pertama Apple membawa standar baru di tengah persaingan foldable yang selama ini dikuasai produsen Android. Kehadiran perangkat ini bukan cuma soal desain, tetapi juga bagaimana Apple menggabungkan perangkat keras, sistem operasi, dan fitur cerdas di iOS 27.
Android memang sudah lebih dulu bermain di pasar ponsel lipat. Namun, sejumlah fitur yang hadir pada iPhone Duo justru menunjukkan masih ada ruang yang cukup besar bagi produsen Android untuk melakukan pembaruan.
Lantas, fitur apa saja yang seharusnya kembali atau menjadi standar baru di ponsel lipat Android?
iPhone Duo mendukung input stylus Apple Pencil pada layar luar maupun layar lipat bagian dalam. Fitur ini berguna untuk mencatat, membuat desain grafis, hingga menandatangani dokumen, terutama karena layar besar foldable semakin cocok untuk kebutuhan produktivitas.
Ironisnya, sejumlah produsen Android justru bergerak ke arah sebaliknya. Samsung berhenti mendukung S Pen sejak Galaxy Z Fold 7 dan fitur tersebut tetap tidak tersedia di Galaxy Z Fold 8, sedangkan lini Pixel Fold dari Google tidak pernah menyertakan dukungan stylus.
iPhone Duo membawa sertifikasi IP68 yang memberikan perlindungan tertinggi terhadap debu dan masuknya air. Standar ini penting karena ponsel lipat premium memiliki harga tinggi dan pengguna tentu mengharapkan perlindungan maksimal.
Galaxy Z Fold 8 masih belum menawarkan perlindungan IP68 penuh sehingga perangkat tersebut tetap rentan terhadap partikel debu halus. Padahal, Google sudah menunjukkan bahwa perlindungan terhadap air dan debu memungkinkan diterapkan pada perangkat foldable.
Samsung menyempurnakan engsel titanium pada Galaxy Z Fold 8 untuk meningkatkan daya tahan dan mengurangi lipatan layar. Namun, peningkatan tersebut datang dengan konsekuensi karena mekanisme pembukaan multi-sudut atau Flex Mode ikut dihilangkan.
iPhone Duo justru mempertahankan kemampuan membuka perangkat pada berbagai sudut. Fitur ini membuat ponsel lebih fleksibel ketika diletakkan di meja, misalnya untuk mengambil foto dengan kamera belakang, melakukan panggilan video, atau membagi layar untuk berbagai tugas.
Pantulan cahaya pada layar internal bisa mengganggu ketika pengguna berada di ruangan terang atau menggunakan ponsel di luar ruangan. Apple mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui lapisan nano-texture pada layar internal iPhone Duo.
Samsung sebenarnya sudah menggunakan pendekatan serupa pada perangkat foldable terbarunya. Namun, teknologi layar anti-reflektif seharusnya tidak hanya hadir pada beberapa model premium karena kenyamanan melihat layar menjadi semakin penting pada ponsel lipat berukuran besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media