Kesimpulan
Legion Go S unggul dalam ukuran dan ketajaman, Steam Deck OLED juara di kontras dan kenyamanan mata.
Sistem Operasi dan Ekosistem Game
Switch 2 menjalankan OS tertutup milik Nintendo, hanya bisa menjalankan game dari eShop. Cocok untuk game eksklusif seperti Mario, Zelda, dan Pokémon, tapi tidak bisa dipakai multitasking atau emulator.
Steam Deck OLED memakai SteamOS 3.5 berbasis Linux, tetapi bisa diubah ke Windows secara manual. Ideal bagi pengguna Steam, dan fleksibel jika kamu suka modding atau emulator.
ROG Ally X dan Legion Go S sama-sama menjalankan Windows 11 Home. Artinya, kamu bisa mengakses Steam, Epic Games Store, Xbox Game Pass, Battle.net, dan bahkan emulator PS2 atau Switch.
Kesimpulan
Switch 2 cocok buat gamer Nintendo sejati, sementara ROG Ally X dan Legion Go S lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin all-in-one gaming device.
Portabilitas dan Desain
Switch 2 tetap mempertahankan desain hybrid, ringan, dan punya Joy-Con yang bisa dilepas. Cocok dibawa ke mana-mana.
Steam Deck OLED cukup besar dan tebal, tapi nyaman digenggam karena ergonominya ditingkatkan dibanding versi LCD.
ROG Ally X tampil lebih ramping dan modern, bobotnya lebih ringan dari Steam Deck. Desainnya simpel dan elegan.
Legion Go S punya layar besar dan cukup berat, sehingga kurang praktis untuk dibawa di tas kecil. Tapi cocok dipakai seperti laptop gaming mini.
Kesimpulan
Switch 2 dan ROG Ally X paling praktis untuk mobilitas. Legion Go S cocok untuk gaming di rumah.