Bocoran Vivo S70: Usung Kamera Periskop 64 MP Berteknologi Teleconverter
Bocoran Vivo S70 usung kamera periskop 64 MP berfitur teleconverter dan chipset Snapdragon 8s. Cek prediksi spesifikasi dan jadwal rilisnya!
fin.co.id -- Ponsel pintar Vivo S70 bakal membawa dukungan teknologi teleconverter pada kamera periskop beresolusi 64 megapiksel. Kehadiran fitur canggih ini berpotensi memperluas kemampuan fotografi jarak jauh pada lini ponsel anyar tersebut.
Mengutip laporan GSM Arena, Sabtu (24/10), pembocor teknologi terkemuka Digital Chat Station membeberkan informasi tersebut melalui unggahan di media sosial Weibo. Ia menyebut bahwa Vivo S70 akan mengandalkan sensor telefoto periskop Sony LYT610 64 MP yang mendukung sistem teleconverter.
Sebagai informasi, teleconverter merupakan aksesori optik khusus yang berfungsi melipatgandakan jangkauan pembesaran (zoom) kamera. Kehadiran fitur tersebut berpotensi menjadikan kemampuan zoom sebagai keunggulan utama dari perangkat yang kini masih berstatus rumor tersebut.
Jika bocoran ini akurat, Vivo S70 bakal membawa lompatan performa kamera yang signifikan ketimbang pendahulunya, Vivo S60, yang rilis di China pada Mei 2026 lalu.
Baca Juga
Layar AMOLED 1,5K dan Dapur Pacu Snapdragon 8s
Selain memamerkan keunggulan di sektor fotografi, bocoran spesifikasi menunjukkan bahwa Vivo S70 bakal mengusung layar AMOLED LTPS berukuran 6,59 inci dengan resolusi jernih 1,5K. Kendati demikian, laporan tersebut belum merinci angka refresh rate maupun tingkat kecerahan maksimal dari layar ponsel ini.
Di sektor dapur pacu, Vivo dikabarkan bakal menyematkan chipset gahar buatan Qualcomm dari lini Snapdragon 8s series.
Spekulasi kuat mengarah pada penggunaan Snapdragon 8s Gen 4 sebagai otak pemrosesan utama, meski pihak produsen belum mengonfirmasi kepastian tipe chipset untuk versi produksi massal.
Baca Juga
Sempat Menguji Layar Sekunder Sebelum Pembatalan
Digital Chat Station juga mengungkapkan fakta menarik terkait proses perancangan Vivo S70. Pada tahap awal pengembangan, Vivo sempat menguji coba penggunaan layar tambahan pada bagian bodi belakang perangkat. Namun, perusahaan akhirnya membatalkan konsep layar sekunder tersebut.
Hingga saat ini, belum terungkap alasan pasti di balik pembatalan fitur layar sekunder maupun bentuk rancangan akhir yang bakal menggantikan desain purwarupa awal tersebut.