Gadget Review . 08/09/2026, 11:03 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Huawei memperkuat dominasi di pasar ponsel lipat premium lewat peluncuran Mate XT2 pada Senin (7/9/2026). Ponsel canggih ini mempertahankan desain revolusioner tri-fold yang memungkinkan layar dilipat dua kali hingga berubah fungsi menjadi perangkat selebar tablet.
Waktu peluncuran Mate XT2 bertepatan dengan persaingan ketat di industri ponsel pintar China. Huawei merilis perangkat tersebut di tengah persiapan Xiaomi menghadirkan ponsel lipat baru serta jadwal peluncuran lini iPhone terbaru dari Apple.
Huawei mengandalkan Kirin 9050 Pro sebagai dapur pacu utama untuk mendongkrak performa sekaligus efisiensi daya. Chipset mandiri ini menggunakan arsitektur LogicFolding berbasis prinsip Tau Scaling Law yang dikembangkan perusahaan untuk mengatasi pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.
Selain performa mesin, Huawei menyematkan sejumlah peningkatan penting pada sektor perangkat keras. Perusahaan mendesain ulang mekanisme lipatan, menaikkan standar ketahanan air, menyematkan fitur layar privasi, serta mengemas modul kamera yang jauh lebih tajam.
Huawei mengklaim seluruh peningkatan tersebut mendongkrak performa keseluruhan Mate XT2 hingga 42 persen dibanding pendahulunya. Kendati demikian, teknologi tingkat tinggi ini menuntut biaya produksi yang tidak murah.
Direktur Eksekutif Huawei Richard Yu menjelaskan bahwa lonjakan harga komponen memori global memicu kenaikan biaya produksi secara signifikan. Kondisi tersebut memaksa perusahaan membanderol Mate XT2 mulai dari 19.999 yuan atau sekitar Rp52,5 juta hingga 24.999 yuan atau setara Rp65,7 juta untuk varian tertinggi.
Huawei menjadwalkan penjualan perdana Mate XT2 pada 12 September 2026. Perangkat ini menjadi amunisi utama Huawei untuk mempertahankan singgasana di pasar domestik, mengingat data IDC menempatkan Huawei sebagai penguasa pangsa pasar smartphone China dengan raihan 22,6 persen pada kuartal II 2026.
Dominasi tersebut semakin mutlak pada kategori ponsel lipat. Berdasarkan data Smart Analytics Global, Huawei menguasai sekitar 68 persen pengiriman ponsel lipat di China, jauh meninggalkan para kompetitor yang baru merintis inovasi serupa
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media