Gadget Review . 22/08/2026, 17:05 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
fin.co.id - Kabar kurang menyenangkan datang untuk kamu yang sedang mengincar ponsel baru. Vivo T5 Pro baru saja mengalami kenaikan harga yang cukup tajam di India, dan lonjakan kali ini menjadi yang paling parah sejak awal peredarannya di pasaran.
Untuk varian dasar (RAM 8GB/penyimpanan 128GB), harganya mendadak melompat dari ₹35.999 menjadi ₹41.999 (sekitar Rp7,8 juta).
Sementara untuk tipe yang lebih besar (RAM 8GB/penyimpanan 256GB), harganya merangkak naik dari ₹39.999 menjadi ₹46.999.
Jika dihitung-hitung, kenaikannya mencapai Rp1,3 jutaan hanya dalam satu kali penyesuaian, dua kali lipat lebih besar dibanding kenaikan harga sebelumnya.
Menariknya, saat artikel ini ditulis, varian Vivo T5 Pro versi 128GB ternyata masih terpajang dengan harga lama di toko online Amazon, yaitu ₹39.999.
Bagi kamu yang memang sudah mengincar ponsel pintar kelas menengah ini, moments singkat ini tentu bisa dimanfaatkan sebelum pihak penjual memperbarui deretan harganya secara merata.
Jika diingat-ingat lagi, perjalanan harga smartphone yang satu ini memang cukup bikin geleng-geleng kepala.
Saat pertama kali rilis di bulan April lalu, harganya terbilang sangat murah, yakni di kisaran ₹29.999 (versi 128GB) dan ₹33.999 (versi 256GB).
Sayangnya, memasuki bulan Juni harganya naik sekitar ₹3.000, lalu naik lagi dengan nominal yang sama di bulan Juli, dan sekarang malah melonjak makin drastis.
Kalau ditotal dari harga awal rilis, tipe terendah dari Vivo T5 Pro ini sudah lebih mahal sekitar Rp2,2 juta, sedangkan tipe tertingginya melonjak hingga Rp2,4 jutaan!
Meski pihak produsen belum memberikan alasan resmi, para pengamat industri yakin ada masalah besar di balik fenomena ini.
Kenaikan harga HP Vivo terbaru ini diduga kuat akibat melambungnya harga komponen memori (DRAM dan NAND) di tingkat global, sebuah dampak berantai dari tingginya permintaan server dan pusat data berbasis AI di seluruh dunia saat ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media