fin.co.id -- Produsen teknologi raksasa asal China, Xiaomi, baru saja mendebutkan ponsel pintar kelas murah (entry-level) terbaru mereka, Redmi 17C, di pasar domestik China. Namun, peluncuran gawai penerus generasi Redmi 15C ini langsung memicu sorotan tajam dari para pencinta gadget. Pasalnya, Xiaomi menyematkan konfigurasi memori RAM dan penyimpanan internal (ROM) sebesar 4GB/64GB yang terasa seperti sebuah kemunduran teknologi.
Langkah Xiaomi ini terbilang tidak biasa untuk sebuah suksesor produk. Masalahnya, kapasitas RAM pada Redmi 17C tersebut menyusut hingga setengahnya jika konsumen membandingkannya dengan seri Redmi 15C yang meluncur sembilan bulan lalu.
Melansir laporan dari Gizmochina, penawaran kapasitas RAM yang minim ini sebenarnya selaras dengan prediksi sejumlah laporan industri gawai. Para analis menilai bahwa RAM 4GB kini menjadi batas minimum baru bagi ekosistem ponsel Android di kelas entry-level. Kondisi tersebut terpaksa terjadi di tengah hantaman krisis pasokan komponen memori global yang tengah melanda industri manufaktur.
Selain menawarkan opsi penyimpanan domestik sebesar 64GB, Xiaomi juga menyediakan pilihan memori internal yang lebih longgar berkapasitas 128GB. Varian penyimpanan 128GB ini pun masih berpasangan dengan kartu RAM 4GB yang sama.
Terkait urusan harga, Xiaomi mematok model dasar Redmi 17C varian 64GB dengan harga 799 yuan atau sekitar Rp2,1 juta (asumsi kurs Rp2.640 per yuan). Sementara itu, model dengan kapasitas penyimpanan 128GB meluncur dengan banderol harga 899 yuan atau berkisar Rp2,3 juta.
Bedah Spesifikasi Jeroan dan Kemampuan Layar
Meski membawa kapasitas memori yang minimalis, Xiaomi tetap menyematkan jeroan yang mumpuni di kelas harganya. Insinyur Xiaomi mempersenjatai Redmi 17C dengan chipset MediaTek Helio G81 Ultra yang mampu beroperasi dengan kecepatan komputasi hingga 2GHz. Ponsel pintar ini juga langsung menjalankan sistem operasi terbaru besutan perusahaan, yakni HyperOS 3, sebagai setelan dasar pabrikan.
Beralih ke sektor tampilan luar, bagian depan Redmi 17C menghadirkan panel layar LCD berukuran masif, yakni 6,88 inci. Layar berukuran besar ini sudah mendukung tingkat penyegaran gambar (refresh rate) yang sangat mulus hingga 120Hz, touch sampling rate 240Hz, serta teknologi DC Dimming.
Guna menjamin kenyamanan mata pengguna saat menatap layar dalam durasi lama, Xiaomi juga membekali panel ini dengan sertifikasi perlindungan mata resmi dari TÜV Rheinland. Selain itu, pengguna bisa memanfaatkan sensor pemindai sidik jari (fingerprint) yang terletak di sisi samping bodi untuk sistem keamanan biometrik pembukaan kunci layar.
Desain Kamera Menipu yang Memprioritaskan Estetika
Sektor desain bagian belakang Redmi 17C juga tidak kalah menarik perhatian publik. Xiaomi menyematkan modul kamera berbentuk lingkaran besar yang sepintas memberikan kesan mewah seolah ponsel ini mengusung pengaturan empat kamera (quad-camera).
Namun, tampilan luar tersebut sebenarnya hanya tipuan visual belaka. Modul melingkar besar itu nyatanya hanya memuat satu lensa kamera utama beresolusi 13 megapiksel dan satu lampu kilat LED (LED flash). Sementara itu, dua lingkaran bodi lainnya di dalam modul tersebut hanyalah ornamen hiasan estetika semata untuk mendongkrak penampilan.