Tech Update . 29/05/2026, 18:03 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Tantangan terbesar bagi tim adalah waktu persiapan yang sangat singkat di tengah kesibukan kuliah. Mereka harus membagi waktu untuk menyusun karya tulis, membuat rancangan prototipe lewat perangkat lunak SolidWorks dan AutoCAD, serta melakukan validasi keamanan menggunakan referensi jurnal ilmiah yang relevan.
Untuk masa depan, kelompok mahasiswa ITB ini berharap inovasi keselamatan berkendara mereka dapat diproduksi massal dan digunakan secara luas di masyarakat. Mereka berencana mengembangkan produk ini lebih jauh dengan mengintegrasikan aplikasi mobile, pelacak GPS, pemantauan berbasis awan (cloud monitoring), serta analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) demi mendongkrak akurasi deteksi kantuk. Tim juga membuka peluang kerja sama dengan industri pembuat pelindung kepala, sektor otomotif, maupun pihak pemerintah.
“Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat,” ujar Yasser.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media