Gadget Review . 20/01/2026, 00:39 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Investasi pada HP dengan NPU tinggi adalah investasi jangka panjang. Kamu tidak perlu ganti ponsel setiap tahun karena perangkat ini sudah siap menghadapi pembaruan perangkat lunak (software update) yang makin kaya akan fitur AI di masa depan. Produsen ponsel kini juga mulai memberikan dukungan pembaruan hingga 7 tahun, yang artinya nilai jual kembali (resale value) dari ponsel pintar ini akan tetap tinggi dan stabil di pasar barang bekas nantinya.
Jangan cuma percaya iklan! Sebelum membeli, pastikan kamu melihat skor TOPS dari chipset yang digunakan. Semakin tinggi angka TOPS-nya, semakin andal ponsel tersebut menjalankan tugas-tugas berat. Jangan lupa juga untuk melihat ulasan mengenai "AI benchmark" di berbagai media teknologi tepercaya. Pastikan sistem pendingin pada ponsel pilihanmu juga jempolan, karena pemrosesan AI yang intens seringkali membuat suhu perangkat naik dengan cepat.
Pilih brand yang memiliki ekosistem AI terintegrasi dengan baik. Misalnya, jika kamu sudah menggunakan produk Samsung lainnya, Galaxy S26 Ultra akan memberikan pengalaman sinkronisasi yang jauh lebih mulus. Namun, jika kamu mencari nilai performa per rupiah terbaik, brand seperti Xiaomi atau iQOO seringkali menjadi pilihan yang lebih logis tanpa mengorbankan kekuatan unit pemrosesan saraf yang kamu butuhkan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media