Sejak saat itu, fokus Asus bergeser ke segmen premium dan gaming, meninggalkan pasar massal yang semakin padat.
Fenomena ini bukan hanya dialami Asus. Acer, sesama merek Taiwan, bahkan memilih keluar dari pasar smartphone pada 2016 sebelum kembali secara terbatas di India melalui skema lisensi pada 2024.
Kondisi tersebut menegaskan betapa sulitnya produsen PC tradisional bertahan di industri smartphone global yang sangat kompetitif.
Masa Depan Zenfone Masih Abu-Abu
Kabar tentang tertundanya peluncuran Asus Zenfone 13 Ultra menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi Asus.
Di tengah pasar yang kian jenuh dan persaingan harga yang agresif, keputusan menahan rilis produk bisa menjadi langkah defensif untuk menjaga stabilitas perusahaan.
Kini, publik hanya bisa menunggu apakah Asus akan kembali dengan strategi baru atau memilih fokus penuh pada segmen yang benar-benar menguntungkan.
Yang jelas, absennya flagship terbaru membuka babak baru dalam perjalanan bisnis smartphone Asus.