fin.co.id - Industri smartphone global kembali diwarnai spekulasi setelah muncul kabar bahwa Asus Zenfone 13 Ultra kemungkinan besar tidak akan meluncur dalam waktu dekat.
Informasi ini menjadi sorotan karena selama beberapa tahun terakhir, Asus dikenal konsisten memperbarui lini flagship Zenfone sebagai penyeimbang dominasi merek besar lainnya.
Namun, dinamika pasar yang semakin kompetitif tampaknya memaksa perusahaan asal Taiwan tersebut untuk meninjau ulang strategi bisnis ponsel pintarnya.
Setelah meluncurkan Zenfone 12 Ultra pada Februari tahun lalu, publik menantikan kelanjutan seri flagship Asus.
Sayangnya, alih-alih menghadirkan generasi baru, berbagai laporan industri justru mengindikasikan adanya jeda panjang dalam agenda peluncuran smartphone Asus.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan seri Zenfone dan posisi Asus di pasar ponsel pintar global.
Narasi ini tidak berdiri sendiri. Tekanan pasar, margin keuntungan yang menipis, serta agresivitas produsen ponsel dari Tiongkok menjadi faktor eksternal yang sulit diabaikan.
Bagi Asus, keputusan menahan peluncuran bukan sekadar soal produk, melainkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Distributor Taiwan Isyaratkan Penghentian Produksi
Laporan terbaru dari DigiTimes menyebutkan bahwa distributor smartphone di Taiwan tidak lagi memperoleh ponsel Asus melalui jalur agen lokal.
Temuan ini memicu spekulasi bahwa unit bisnis smartphone Asus akan menghentikan aktivitasnya setelah 31 Desember 2025.
Isu tersebut secara otomatis menyeret perhatian publik pada kelanjutan seri flagship, termasuk Asus Zenfone 13 Ultra, yang sebelumnya diharapkan menjadi penerus Zenfone 12 Ultra.
Ketidakjelasan distribusi ini memperkuat dugaan bahwa Asus sedang melakukan konsolidasi besar-besaran di lini perangkat genggamnya.
Klarifikasi Resmi Asus Soal Smartphone Baru
Menanggapi rumor yang beredar, Asus akhirnya memberikan klarifikasi. Perusahaan menegaskan bahwa operasional bisnis smartphone masih berjalan seperti biasa.