Nezar Patria mengingatkan, periode emas ini sangat terbatas. "Ini adalah kekuatan produktif yang luar biasa, dan kita hanya bisa menikmati itu sampai dengan 2035 di puncak 70 persen itu, setelah itu dia menyusut, dan selanjutnya sampai 2045 mungkin sekitar 60 persenan atau di bawah itu," imbuhnya.
Kita harus segera mengambil langkah-langkah strategis agar generasi muda Indonesia benar-benar siap menghadapi dan memanfaatkan masa bonus demografi ini, bukan hanya menjadi penonton di tengah revolusi digital. Mengabaikannya sama saja dengan membiarkan peluang emas ini berlalu sia-sia.
Dua Tantangan Besar yang Harus Dihadapi Indonesia
Wamen Nezar mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang tengah dihadapi Indonesia dalam mempersiapkan SDM unggul di era AI:
- Rendahnya Lulusan Perguruan Tinggi: Jumlah lulusan perguruan tinggi yang mumpuni di bidang teknologi dan digital masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pendidikan tinggi harus segera menyesuaikan kurikulum agar menghasilkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri AI.
- Perkembangan Geopolitik Global yang Dinamis: Dinamika geopolitik dunia menciptakan ketidakpastian. Situasi ini menuntut Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dan memastikan strategi pembangunan SDM digital tetap resilien. Indonesia harus fleksibel dalam menghadapi perubahan global, namun harus tetap fokus pada agenda nasional.
Untuk menjawab semua tantangan tersebut, Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Wamen Nezar menegaskan, pemerintah saat ini gencar melaksanakan berbagai program prioritas. Program-program ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang agar Indonesia dapat mewujudkan negara yang berdaulat, maju, dan sejahtera sesuai Visi Indonesia Emas 2045. Penguatan literasi digital, pelatihan intensif di bidang AI, dan dorongan inovasi lokal menjadi fokus utama.
Singkatnya, kecakapan SDM di bidang AI bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ini adalah tiket Indonesia untuk mengubah bonus demografi menjadi dividend yang signifikan bagi kemajuan bangsa. Momen kritisnya ada di tangan generasi muda saat ini. - Ayu Novita/Disway -