Waspada! Bonus Demografi RI Terancam Sia-sia Tanpa Keahlian AI, Wamen Nezar Patria: Ini PR Besar!

gadget.fin.co.id - 28/10/2025, 21:41 WIB

Waspada! Bonus Demografi RI Terancam Sia-sia Tanpa Keahlian AI, Wamen Nezar Patria: Ini PR Besar!

Wamen Komdigi Nezar Patria menyoroti urgensi kecakapan SDM Indonesia di bidang AI. Ini kunci sukses hadapi puncak Bonus Demografi 2035 demi Indonesia Emas 2045

Ancaman di Balik Peluang Emas 2035: Mengapa Indonesia Wajib Kuasai Kecerdasan Artifisial

fin.co.id - Indonesia sedang berjalan menuju momen krusial, yaitu puncak Bonus Demografi pada tahun 2035. Bayangkan, sekitar 70 persen penduduk akan masuk dalam angkatan kerja produktif, yakni mereka yang berusia 16 hingga 65 tahun. Ini adalah kekuatan produktif yang sangat luar biasa dan menjadi kunci mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Namun, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, memberikan peringatan keras. Tanpa persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, khususnya dalam bidang teknologi, peluang emas ini bisa berubah menjadi bumerang.

"Ini PR besar kita semua untuk membangun sumber daya manusia yang cakap, yang siap menghadapi tantangan baru di dunia yang penuh ketidakpastian," kata Nezar Patria dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.

Advertisement

Wamen Nezar menekankan bahwa kunci untuk mengubah populasi yang besar menjadi kekuatan ekonomi adalah penguasaan teknologi, terutama Kecerdasan Artifisial (AI). Kita menghadapi tantangan zaman yang menuntut kecakapan SDM digital agar tidak tergerus oleh ketidakpastian global dan laju adopsi teknologi yang masif.

AI Bukan Sekadar Tren: Adopsi Generative AI Meningkat Pesat

Wamen Nezar menjelaskan mengapa fokus pada keahlian AI menjadi sangat penting. Adopsi AI di berbagai sektor telah meningkat pesat, terutama dengan semakin populernya platform generative AI. Teknologi ini bukan lagi isu masa depan, melainkan kebutuhan mendesak saat ini.

Kehadiran generative AI memungkinkan otomatisasi tugas-tugas kompleks dan menciptakan inovasi baru dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara yang tidak siap dengan talenta digital yang menguasai AI akan tertinggal jauh dalam persaingan ekonomi global.

Kemandirian Teknologi AI, Kedaulatan Bangsa

Lebih lanjut, Nezar Patria menyoroti pentingnya kemandirian teknologi di bidang AI. Indonesia membutuhkan talenta-talenta digital yang mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri. Mengapa ini penting?

Talenta lokal harus membangun AI yang benar-benar sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang bangsa kita anut. Wamen Nezar memberikan pandangan kritis terkait ketergantungan pada produk luar.

"Negara yang berada di global south selalu memakai produk-produk yang dari luar, nilai-nilai yang ada di sana ke mungkin tidak sejalan. Itulah mengapa kemandirian teknologi menjadi penting," tegasnya.

Mengembangkan AI Mandiri memastikan bahwa inovasi teknologi yang kita adopsi berfungsi untuk memecahkan masalah lokal tanpa membawa nilai-nilai yang bertentangan dari luar. Ini adalah bagian integral dari menjaga kedaulatan digital dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berdaulat.

Advertisement

Jendela Waktu Bonus Demografi Semakin Sempit

Kita tidak punya banyak waktu. Angkatan kerja produktif Indonesia diproyeksikan mencapai puncaknya (70%) pada tahun 2035. Setelah itu, momentum ini akan berangsur menyusut.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID