Gadget Review . 04/10/2026, 11:40 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id — Samsung Display dikabarkan resmi memulai produksi massal panel AMOLED pada bulan ini guna menyongsong kehadiran lini flagship terbaru, Samsung Galaxy S27 Series. Langkah ini menyusul dimulainya produksi massal chipset Exynos 2700 yang dipersiapkan untuk menjadi otak utama seri ponsel pintar tersebut.
Berdasarkan laporan GSM Arena pada Jumat (2/10) waktu setempat, Samsung Display mematok target pengiriman yang cukup ambisius, yakni sekitar 47 juta hingga 48 juta unit panel untuk keseluruhan lini Galaxy S27.
Angka tersebut mencatatkan lonjakan sekitar 10 persen lebih tinggi apabila dibandingkan dengan target pengiriman panel untuk pendahulunya, Galaxy S26 Series, yang berada di kisaran 40 jutaan unit.
Peningkatan target produksi ini tidak terlepas dari strategi ekspansi lini produk Samsung. Berdasarkan informasi yang beredar, Galaxy S27 Series akan hadir dalam empat varian berbeda, mencakup:
Galaxy S27: Layar berukuran 6,27 inci
Galaxy S27+: Layar berukuran 6,66 inci
Galaxy S27 Pro: Layar berukuran 6,47 inci (Model Baru)
Galaxy S27 Ultra: Layar berukuran 6,89 inci
Kehadiran model anyar berlabel "Pro" menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak volume produksi panel. Samsung Display mendapat mandat untuk menyiapkan pasokan awal antara 2 juta hingga 3 juta panel Galaxy S27 Pro pada tahun ini, sebelum kemudian ditingkatkan menjadi 4 juta hingga 5 juta unit pada 2027 mendatang.
Kendati proses produksi panel sudah dimulai pada tahun ini, bukan berarti perangkat tersebut akan meluncur dalam waktu dekat. Pasokan panel ini sengaja disiapkan lebih awal agar ketersediaannya mencukupi untuk proses perakitan massal pada awal 2027, yang sekaligus diproyeksikan sebagai jadwal debut resmi jajaran Galaxy S27 di pasaran.
Selain pembaruan ukuran dan varian, sektor layar Galaxy S27 Series juga akan kedatangan fitur unggulan. Model Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra kabarnya bakal dibekali teknologi Privacy Display.
Fitur inovatif tersebut sebelumnya sempat diperkenalkan Samsung pada model Galaxy S26 Ultra. Teknologi ini berfungsi untuk membatasi sudut pandang layar secara optimal, sehingga konten pada ponsel menjadi jauh lebih sulit diintip oleh orang lain yang berada di sekitar pengguna.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media