Daftar HP Android Mirip iPhone 17 Pro dan Pro Max: Harga Mulai Rp 1 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Suka desain iPhone 17 Pro tapi harga terlalu mahal? Simak 4 rekomendasi HP Android mirip iPhone dengan harga mulai Rp 1 jutaan dan baterai jumbo!
fin.co.id - Kehadiran jajaran smartphone kelas atas seperti iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max selalu berhasil mencuri perhatian pencinta gadget dunia. Sayangnya, banderol harga yang tinggi sering kali membuat sebagian konsumen harus berpikir dua kali untuk membelinya.
Sebagai solusi alternatif yang jauh lebih ramah di kantong, sejumlah pabrikan smartphone Android kini menghadirkan lini ponsel dengan desain bodi belakang yang sekilas mirip dengan gaya flagship besutan Apple tersebut. Kemiripan ini umumnya terlihat dari penggunaan modul kamera berbentuk persegi panjang besar, tata letak lensa kamera ala "boba" yang tersusun secara zig-zag, hingga pilihan warna trendi seperti cosmic orange.
Soal harga, deretan ponsel Android alternatif ini tentu jauh lebih terjangkau. Harganya bervariasi mulai dari kelas entry-level di kisaran Rp 1 jutaan hingga kelas mid-range sekitar Rp 6 jutaan. Berikut adalah daftar empat HP Android terbaru yang memiliki desain mirip iPhone 17 Pro dan Pro Max:
1. Huawei Nova 16 SE
Huawei Nova 16 SE hadir sebagai salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang menyukai estetika ala iPhone 17 Pro. Tampilan belakang ponsel ini langsung mengingatkan pada desain ponsel flagship Apple berkat modul kamera berbentuk persegi panjang dengan susunan lensa di dalamnya yang membentuk pola zig-zag.
Selain menawarkan keunggulan di sektor desain, perangkat ini juga dibekali daya tarik utama pada sektor daya. Huawei Nova 16 SE menggendong baterai berkapasitas masif 8.500 mAh, yang diklaim sebagai kapasitas terbesar di dalam keluarga besar lini Nova 16 series. Ponsel ini pertama kali meluncur di pasar China dengan harga penjualan mulai dari 2.499 yuan atau sekitar Rp 6,6 juta.
2. Itel Power 80
Bagi konsumen yang mencari opsi lebih ekonomis dan sudah tersedia secara resmi di pasar Indonesia, Itel Power 80 bisa menjadi pertimbangan utama. Ponsel ini mengusung desain modul kamera belakang berbentuk persegi dengan tiga lingkaran di sudut kiri atas yang menyerupai gaya iPhone versi Pro.
Meskipun sekilas mirip, tata letak lensanya memiliki sedikit perbedaan di mana Itel menempatkan dua lensa secara horizontal di bagian atas dan satu lensa tambahan di bawahnya. Keunggulan utama Itel Power 80 terletak pada sektor daya tahan dengan baterai berkapasitas 7.000 mAh, serta sudah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 dan IP69. Di Indonesia, ponsel ini dipasarkan dengan harga terjangkau sekitar Rp 2,3 jutaan.
3. HMD Asha 305
Pilihan unik berikutnya datang dari HMD Asha 305. Ponsel ini tampil dengan bentuk bodi yang mungil berbekal layar berukuran 5 inci saja, namun mengadopsi modul kamera belakang bergaya tiga lingkaran "boba" ala generasi iPhone terbaru.
Kendati modulnya tampak memiliki tiga lensa, hanya ada satu lingkaran yang benar-benar berfungsi sebagai kamera utama beresolusi 2 MP, ditemani oleh lampu kilat LED serta kamera depan 2 MP. HMD memposisikan perangkat ini sebagai "lite smartphone" yang ditujukan untuk menjalankan lebih dari 100 aplikasi ringan seperti WhatsApp, TikTok Lite, Facebook Lite, hingga YouTube. Perangkat ini resmi dirilis di Filipina dengan banderol harga 3.990 peso atau sekitar Rp 1,1 jutaan.
4. Oppo A7 Pro Max
Terakhir, ada Oppo A7 Pro Max yang mengusung konsep desain punggung sangat mirip dengan iPhone 17 Pro Max. Kemiripan paling mencolok terlihat pada modul kamera belakang berbentuk persegi panjang berukuran besar yang mendominasi bagian atas bodi ponsel.
Masuk dalam kategori kelas menengah, Oppo A7 Pro Max dibekali fitur unggulan berupa baterai raksasa berkapasitas 10.000 mAh. Kapasitas ini mencatatkan rekor sebagai baterai terbesar yang pernah disematkan oleh Oppo pada lini smartphone buatan mereka. Baterai jumbo tersebut menggunakan teknologi Glacier Battery berbasis silikon-karbon, di mana Oppo mengklaim dayanya masih mampu mempertahankan kapasitas di atas 80 persen bahkan setelah melewati 1.500 siklus pengisian daya. Di China, perangkat ini dipasarkan dengan harga mulai 2.199 yuan atau sekitar Rp 5,8 juta.