Gadget Review . 23/07/2026, 18:13 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Produsen perangkat telekomunikasi HMD kembali memperluas portofolio lini ponsel fitur (feature phone) Nokia melalui kehadiran perangkat terbarunya, yaitu Nokia 123 Shield. Perangkat jaringan 2G ini dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mendambakan ponsel tangguh, fungsionalitas sederhana, serta memiliki daya tahan baterai yang luar biasa tinggi untuk penggunaan harian.
Meskipun diposisikan sebagai salah satu ponsel fitur paling terjangkau di kelasnya, Nokia 123 Shield membawa keunggulan kompetitif yang jarang ditemukan pada kategori sejenis. HMD membekali perangkat ini dengan kemampuan ketahanan terhadap cipratan air dan debu, serta suplai daya baterai yang sanggup bertahan hingga 19 hari dalam mode siaga (standby).
Kehadiran Nokia 123 Shield menyasar para pengguna yang lebih mengutamakan fungsi komunikasi esensial dibandingkan kerumitan fitur smartphone modern. Ponsel ini menjadi instrumen ideal bagi para pekerja lapangan, petani, nelayan, teknisi, maupun masyarakat yang memerlukan perangkat komunikasi cadangan dengan durabilitas tinggi.
HMD merancang struktur bodi ponsel ini agar mampu menghadapi berbagai kondisi lingkungan yang menantang. Perangkat diklaim tahan terhadap terpaan hujan, cipratan air, terpaan pasir, maupun debu. Walaupun materi pemasaran tidak secara spesifik menonjolkan label sertifikasi IP komersial, perusahaan memastikan bahwa perangkat tersebut telah memenuhi standar spesifikasi IP65 berdasarkan regulasi IEC 60529.
Guna menunjang kenyamanan operasional di lapangan, permukaan bodi ponsel mengusung tekstur antiselip sehingga tidak mudah terlepas dari genggaman saat tangan basah atau berkeringat. Bagian vital seperti port pengisian daya dan jack audio juga dilindungi oleh penutup berbahan karet khusus guna meminimalisir risiko masuknya kotoran maupun cairan ke dalam mesin.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik semata, HMD juga mengoptimalkan sektor audio dan kualitas jaringan pada Nokia 123 Shield. Ponsel ini menjanjikan kualitas panggilan suara yang jauh lebih jernih dan stabil dibandingkan sejumlah generasi feature phone pendahulunya. Perusahaan menyematkan sistem penerimaan sinyal yang lebih peka agar komunikasi tetap berjalan lancar di wilayah-wilayah dengan jangkauan seluler yang terbatas.
Dapur pacu perangkat ini mempercayakan kinerja pada chipset Unisoc SC6531E yang dikombinasikan bersama sistem operasi S30+. Kapasitas memori internal dibekali RAM 4 MB serta ruang penyimpanan internal 4 MB yang masih bisa diekspansi menggunakan kartu memori eksternal jenis microSD hingga kapasitas 32 GB.
Bagian muka menampilkan layar berukuran 2,4 inci beresolusi QVGA yang nyaman untuk membaca pesan teks maupun bernavigasi di menu utama. Sektor belakang bodi dihiasi kamera sederhana beresolusi QVGA yang ditemani oleh modul lampu kilat LED.
Menariknya, lampu LED tersebut memiliki fungsi ganda sebagai senter darurat. HMD mengklaim tingkat pencahayaan senter ini tiga kali lipat lebih terang jika dibandingkan dengan lampu kilat pada model Nokia 110.
Sektor suplai daya menjadi nilai jual paling memikat dari perangkat ini. Nokia 123 Shield menggendong baterai jenis lepasan berkapasitas 1.750 mAh. Berdasarkan pengujian pabrikan, baterai tersebut mampu bertahan hingga 19 hari dalam mode siaga serta menawarkan waktu bicara (talk time) hingga 27,9 jam dalam sekali pengisian penuh.
Aspek kepraktisan turut ditingkatkan lewat kehadiran port pengisian daya modern berstandar USB Type-C, menggantikan konektor model lama yang biasanya masih dipakai di segmen ponsel fitur konvensional. Bagi pencinta hiburan audio, HMD tetap mempertahankan jack audio 3,5 mm untuk menyambungkan earphone kabel favorit.
Fitur pendukung lainnya mencakup Radio FM yang bisa dinikmati dengan atau tanpa menggunakan kabel headset, serta dukungan Dual SIM untuk mengakomodasi dua nomor kartu seluler dalam satu perangkat. Konsumen dapat memilih dua varian warna menarik, yakni Green dan Purple, yang memberikan kesan segar.
Perangkat ini mulai dipasarkan di sejumlah kawasan ritel Eropa dengan kisaran harga 35 euro hingga 40 euro, atau setara dengan rentang harga Rp660 ribu hingga Rp760 ribuan apabila dikonversi ke mata uang rupiah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media