fin.co.id -- Jenama teknologi asal China, vivo, kembali menggebrak pasar ponsel pintar lipat melalui peluncuran resmi vivo X Fold 6. Perangkat ini menandai tonggak sejarah penting bagi vivo karena untuk pertama kalinya mereka menyematkan chipset besutan MediaTek pada lini ponsel lipatnya. Tak tanggung-tanggung, vivo membenamkan spesifikasi kelas wahid, termasuk kamera utama beresolusi 200MP yang memanjakan para penggemar fotografi.
Peluncuran di pasar China pada Jumat (26/6) ini menjadi sorotan dunia teknologi. Selain membawa pembaruan besar pada sektor dapur pacu, vivo X Fold 6 juga mencatatkan rekor sebagai ponsel lipat pertama dari vivo yang mengusung baterai berkapasitas masif, yakni 7.000mAh.
vivo X Fold 6 memanjakan mata penggunanya dengan layar lipat berpanel AMOLED berukuran 8,02 inci. Layar ini menyuguhkan resolusi tajam 2504 x 2312 piksel dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz. Untuk memastikan ketahanan layar dari goresan dan lipatan intensif, vivo melapisi panel bagian dalam dengan kaca pelindung UTG (Ultra Thin Glass) yang canggih.
Saat pengguna melipat perangkat ini, mereka akan menjumpai layar sekunder berukuran 6,5 inci yang tidak kalah memukau. Layar luar ini menawarkan resolusi 2528 x 1120 piksel serta dukungan refresh rate adaptif yang sama. vivo bahkan meningkatkan aspek durabilitas pada bagian luar dengan menyematkan lapisan Armour Glass generasi kedua yang tahan terhadap benturan.
Bagi mereka yang gemar swafoto atau melakukan panggilan video, vivo menyediakan kamera depan beresolusi 20MP yang tersemat pada kedua layar, baik layar utama maupun layar sampul.
Revolusi Fotografi di Ponsel Lipat
Sektor kamera menjadi daya tarik utama dari vivo X Fold 6. Vivo menyematkan sensor kamera utama Samsung HPB beresolusi 200MP yang telah dilengkapi dengan teknologi OIS (Optical Image Stabilization). Konfigurasi ini disempurnakan dengan kehadiran lensa ultra-wide 50MP dan kamera telefoto periskop Sony LYTIA 602 beresolusi 50MP yang dibekali teknologi VCS dan OIS.
Keunggulan vivo X Fold 6 tidak berhenti di situ saja. Bagi pegiat fotografi profesional, vivo memberikan dukungan penuh terhadap aksesori lensa teleconverter Zeiss G2, yang memungkinkan pengguna mengambil gambar dengan detail yang jauh lebih presisi dan artistik.
vivo memilih chipset MediaTek Dimensity 9500 Super Edition untuk menjadi otak dari perangkat ini. Kehadiran chip tersebut dipadukan dengan chip pencitraan khusus, yaitu Vivo V3+, untuk memaksimalkan pengolahan gambar dan video secara real-time. Seluruh sistem operasi berjalan mulus berkat antarmuka OriginOS 6 Fold berbasis Android 16.
Untuk menunjang produktivitas, vivo menanamkan kombinasi memori mutakhir. Pengguna akan menikmati kecepatan transfer data tinggi berkat penggunaan teknologi RAM LPDDR5X Ultra dan penyimpanan internal berstandar UFS 4.1.