fin.co.id - Vivo X300 Ultra akhirnya diperkenalkan secara resmi dalam ajang teknologi terbesar dunia, Mobile World Congress 2026.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian, bukan hanya karena spesifikasi tinggi yang dibawanya, tetapi juga karena ambisi besar Vivo menjadikan perangkat ini sebagai “kamera saku” bagi para kreator konten profesional.
Di tengah persaingan smartphone flagship yang semakin kompetitif, Vivo tidak sekadar menawarkan peningkatan biasa. Perangkat ini diposisikan sebagai evolusi serius dalam dunia mobile videography.
Lewat berbagai pembaruan teknologi kamera, Vivo ingin menghadirkan pengalaman produksi video yang mendekati standar kamera profesional, langsung dari genggaman tangan.
Manajer produk Vivo, Han Boxiao, mengungkapkan bahwa fokus utama generasi terbaru ini adalah konsistensi kualitas di semua panjang fokus lensa.
Artinya, pengguna tidak lagi dibatasi oleh kualitas berbeda saat berpindah dari lensa wide ke telephoto. Inilah yang menjadi fondasi pengembangan lini Vivo X300 Ultra terbaru.
Zeiss Master Lens Trinity: Tanpa Kamera Sekunder
Salah satu fitur unggulan yang paling disorot adalah sistem “Zeiss Master Lens Trinity” tanpa kamera sekunder. Melalui kolaborasi bersama Zeiss, Vivo menghadirkan standar baru dalam perekaman video smartphone.
Semua panjang fokus, mulai dari ultra-wide hingga telephoto, mendukung perekaman 4K 120fps 10-bit Log. Bukan hanya itu, kemampuan 4K 120fps Dolby Vision juga tersedia secara menyeluruh, lengkap dengan optical image stabilization di setiap lensa.
Konsistensi ini menjadi nilai jual utama. Kreator kini bisa berpindah framing tanpa khawatir penurunan kualitas warna, dynamic range, maupun stabilitas gambar.
Inovasi kamera Vivo X300 Ultra ini menjawab kebutuhan videografer modern yang menuntut fleksibilitas tinggi dalam produksi.
Dukungan APV 422 dan Workflow Sinema Profesional
Kemampuan produksi video profesional tidak berhenti pada spesifikasi rekaman saja. Smartphone flagship Vivo X300 Ultra ini sudah mendukung encoding APV 422 kelas profesional, yang diklaim mampu menghasilkan output lebih mendekati kamera dedicated.
Format Log yang direkam juga dapat langsung memuat dan menerapkan 3D LUT maupun custom LUT secara real-time saat proses perekaman berlangsung. Artinya, koreksi warna bisa dilakukan langsung di lokasi syuting tanpa harus menunggu tahap pascaproduksi.
Menariknya lagi, perangkat ini kompatibel dengan workflow ACES (Academy Color Encoding System), standar industri perfilman global. Dengan dukungan tersebut, klip Log dapat langsung masuk ke pipeline produksi sinema profesional tanpa konversi berat.