fin.co.id - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, membawa kabar mengejutkan terkait masa depan lini produk inovatif mereka. Perusahaan kabarnya belum memulai pengerjaan untuk generasi penerus Galaxy S25 Edge dan Galaxy Z TriFold. Padahal, kedua perangkat ini sebelumnya menjadi ajang pamer otot teknologi Samsung di kancah global.
Kabar ini mencuat setelah Chief Operating Officer Samsung MX, Won-Joon Choi, memberikan pernyataan dalam wawancara bersama Bloomberg. Melansir Sammobile, Jumat 27 Februari 2026 Choi mengungkapkan bahwa angka penjualan Galaxy S25 Edge masih berada di bawah ekspektasi jika kita bandingkan dengan model seri Galaxy S lainnya.
Samsung meluncurkan Galaxy S25 Edge tahun lalu dengan ambisi besar. Memiliki ketebalan hanya 5,8 mm, perangkat ini menyandang predikat sebagai ponsel tertipis yang pernah diproduksi oleh Samsung. Langkah ini terlihat sebagai upaya Samsung untuk menantang dominasi iPhone Air milik Apple di segmen pasar yang sama.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Samsung kini sedang mengevaluasi secara mendalam masa depan lini Galaxy S Edge. Perusahaan hingga saat ini belum mengetok palu mengenai kelanjutan seri produk tersebut di masa mendatang.
"Setiap orang memiliki selera, kebutuhan, dan kriteria yang berbeda saat memilih perangkat mereka. Kami belum memutuskan kapan akan meluncurkan model berikutnya, tetapi hal itu tetap masuk dalam pertimbangan kami," ujar Choi dalam wawancara tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa menjual ponsel premium dengan keunggulan fisik tipis bukanlah perkara mudah. Samsung tidak sendirian dalam menghadapi tantangan ini. Rival abadi mereka, Apple, kabarnya juga mengalami kesulitan serupa dalam memasarkan iPhone Air.
Para analis menilai konsumen cenderung ragu untuk merogoh kocek dalam-dalam demi sebuah perangkat tipis. Alasan utamanya adalah kompromi pada fitur krusial. Perangkat yang sangat tipis biasanya terbentur keterbatasan ruang fisik untuk kapasitas baterai yang besar serta modul kamera yang mumpuni. Bagi sebagian besar pengguna, performa baterai dan kualitas potret tetap menjadi prioritas utama ketimbang sekadar estetika bodi yang ramping.
Nasib Galaxy Z TriFold yang Menggantung
Selain lini Edge, nasib ponsel lipat tiga (tri-fold) pertama Samsung, Galaxy Z TriFold, juga berada di ujung tanduk. Perangkat visioner yang mampu bertransformasi dari ponsel pintar biasa menjadi tablet berukuran penuh ini kemungkinan besar tidak akan memiliki penerus dalam waktu dekat.
Samsung mengakui bahwa mereka belum mengambil keputusan resmi untuk mengembangkan suksesor dari Z TriFold. Choi bahkan sempat berkelakar saat mengenang masa-masa ia memimpin tim Riset dan Pengembangan (R&D) Samsung. Awalnya, ia mengaku enggan menggarap proyek ponsel lipat tiga tersebut.
Keengganan Choi beralasan kuat. Proyek ponsel lipat tiga menuntut upaya teknis yang luar biasa signifikan. Perusahaan harus merancang dan memproduksi komponen khusus yang belum pernah ada sebelumnya demi memastikan mekanisme lipatan bekerja dengan sempurna. Meski akhirnya Samsung merilis produk tersebut demi menunjukkan keahlian teknisnya, hasil penjualannya ternyata belum mampu bicara banyak.
Harga Tinggi Jadi Penghalang Utama
Masalah utama yang menjegal langkah Galaxy Z TriFold bukan terletak pada kecanggihan fiturnya, melainkan pada label harga yang sangat tinggi. Proses produksi yang kompleks dan penggunaan komponen eksklusif membuat harga jual perangkat ini melambung jauh di atas rata-rata ponsel flagship lainnya.
Harga yang fantastis ini membuat Galaxy Z TriFold hanya terjangkau oleh segelintir kolektor teknologi atau pengguna ultra-enthusiast. Akibatnya, volume penjualan perangkat ini tidak cukup kuat untuk mendorong Samsung segera mengerjakan model generasi kedua.
Langkah Samsung yang sangat berhati-hati ini mencerminkan strategi baru perusahaan untuk lebih fokus pada produk yang memiliki daya serap pasar tinggi. Alih-alih memaksakan inovasi yang minim peminat, Samsung tampaknya lebih memilih untuk menyempurnakan lini Galaxy S standar dan Galaxy Z Flip/Fold konvensional yang sudah memiliki basis massa yang solid.
Masyarakat kini menanti apakah Samsung akan benar-benar menyuntik mati lini Edge dan TriFold, ataukah mereka sedang menyiapkan kejutan teknologi baru yang lebih efisien dari segi biaya dan fungsionalitas. Hingga saat ini, Galaxy S25 Edge dan Galaxy Z TriFold tetap menjadi simbol ambisi Samsung yang mungkin melampaui kebutuhan pasar saat ini.(*).
Samsung Isyaratkan Suntik Mati Galaxy S25 Edge dan Z TriFold?
gadget.fin.co.id - 01/03/2026, 09:09 WIB
Tim Redaksi
Samsung Isyaratkan Suntik Mati Galaxy S25 Edge dan Z TriFold?