fin.co.id - Samsung Galaxy S26 mulai menunjukkan tanda-tanda kuat akan segera hadir secara resmi di Indonesia.
Indikasi tersebut datang dari munculnya sejumlah model terbaru Samsung di database sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Kementerian Perindustrian.
Bagi penggemar gadget flagship, ini menjadi sinyal awal bahwa generasi terbaru Galaxy S siap memasuki pasar Tanah Air.
Dalam pantauan terbaru, dua model yang sudah terdaftar lebih dulu adalah Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus.
Kehadiran keduanya di situs TKDN seolah menegaskan bahwa Samsung tengah mematangkan langkah peluncuran lini premium terbarunya untuk pasar Indonesia.
Tak sedikit penggemar kemudian mempertanyakan satu hal penting. Mengapa varian tertinggi, Galaxy S26 Ultra, belum juga terlihat dalam daftar sertifikasi tersebut?
Galaxy S26 Ultra Diprediksi Menyusul
Absennya Galaxy S26 Ultra di tahap awal sertifikasi ini bukan berarti Samsung mengabaikan pasar Indonesia. Sebaliknya, pola seperti ini sudah cukup sering terjadi pada generasi sebelumnya.
Biasanya, model Ultra memang menyusul dalam proses administratif, terutama karena spesifikasinya yang lebih kompleks dan menyasar segmen premium.
Berdasarkan data sertifikasi, Samsung Galaxy S26 dengan nomor model SM-S942B serta Galaxy S26 Plus (SM-S947B) tercatat telah mengantongi nilai TKDN sebesar 37,50 persen.
Sementara itu, Galaxy S26 Ultra diketahui memiliki nomor model SM-S948B, yang besar kemungkinan akan segera muncul dalam database yang sama dalam waktu dekat.
Performa dan Chipset Jadi Sorotan Utama
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S26 Series akan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor performa. Untuk urusan dapur pacu, Galaxy S26 Ultra kabarnya akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global.
Di sisi lain, Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus diprediksi mengandalkan chipset Exynos 2600 generasi terbaru. Chip ini diharapkan mampu memberikan efisiensi daya yang lebih baik serta performa yang lebih stabil untuk penggunaan jangka panjang.