Gadget Review . 18/06/2025, 12:50 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Cyberpunk 2077 sempat dianggap sebagai game gagal saat pertama kali rilis di tahun 2020, namun kini justru tampil memukau di perangkat yang tak terduga. Kyle Barr dari Gizmodo menyebut bahwa Cyberpunk 2077 versi Nintendo Switch 2 adalah versi konsol paling nyaman yang pernah ia coba, bahkan membuatnya kembali memainkan game ini setelah lima tahun.
Sebagai jurnalis teknologi dan game, Barr telah memainkan Cyberpunk 2077 di berbagai sistem, mulai dari PC hingga handheld. Namun Switch 2 menjadi satu-satunya perangkat yang membuatnya benar-benar ingin menyelesaikan permainan dari awal hingga akhir. Apa yang membuatnya berbeda?
Menurut Barr, performa game di Switch 2 sangat stabil. Baik dalam mode handheld maupun saat terhubung ke dock, Cyberpunk 2077 berjalan di resolusi 1080p dengan frame rate antara 30 hingga 40 FPS. Bahkan saat terjadi baku tembak intens, performanya tetap terjaga.
Meski konsol seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X dapat menawarkan 60 FPS, menurut Barr pengalaman bermain di Switch 2 terasa lebih mulus dan menyenangkan. Ia juga menyoroti bahwa performa di Switch 2 lebih konsisten dibandingkan dengan Steam Deck, yang kadang mengalami penurunan frame rate.
Salah satu keunggulan utama Switch 2 menurut review ini adalah gyro control yang sangat akurat. Dengan Joy-Con terbaru, pemain bisa membidik dengan lebih presisi tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada analog stick. Barr menyebut dirinya bisa melakukan headshot dengan mudah hanya menggunakan gyro, dan jarang perlu berpindah ke mode kontrol lain.
Namun, ketika mencoba mouse mode, Barr menemukan beberapa kekurangan. Posisi tangan saat menggunakan Joy-Con sebagai mouse terasa kurang ergonomis, dan bisa menyebabkan kram tangan saat bermain terlalu lama. Ia menggunakan casing tambahan dari Dbrand untuk memperbaiki kenyamanan, tetapi tetap merasa kesulitan ketika harus menekan tombol wajah saat menggunakan mouse.
Sayangnya, jika mouse mode diaktifkan, kontrol gyro dan analog otomatis dinonaktifkan. Barr berharap ada opsi untuk beralih secara dinamis seperti fitur yang dijanjikan dalam Metroid Prime 4, yang memungkinkan pengguna berpindah kontrol hanya dengan meletakkan Joy-Con di permukaan.
Cyberpunk 2077 versi Switch 2 memanfaatkan chip khusus dari Nvidia dengan teknologi DLSS untuk meningkatkan kualitas grafis. Game ini merender di resolusi lebih rendah, lalu “ditingkatkan” menjadi 1080p menggunakan kecerdasan buatan. Hasilnya, tampilan visual tetap tajam, bahkan dalam mode handheld.
Meski begitu, Barr menemukan beberapa glitch visual, terutama pada tekstur kompleks seperti permadani atau pakaian. Efek seperti kaleidoskop muncul sesekali, khususnya dalam cutscene. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh versi DLSS yang digunakan Switch 2, karena belum memakai versi terbaru yang lebih stabil.
Atmosfer kota futuristik Night City tetap hidup dalam versi ini. Barr menyoroti bahwa kekuatan Cyberpunk 2077 bukan hanya pada visual mewah, tetapi juga dunia yang dibangun dengan detail. Sampah berserakan, billboard besar, dan kabut kota menjadi simbol kritik sosial tentang ketimpangan dan kekuasaan korporasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media