Mengungkap Teknologi yang Digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1: Masih Berfungsi Setelah 47 Tahun

gadget.fin.co.id - 12/06/2025, 14:08 WIB

Mengungkap Teknologi yang Digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1: Masih Berfungsi Setelah 47 Tahun

Wahana Antariksa Voyager 1 (Dok. NASA)

fin.co.id - Pernahkah kamu bertanya bagaimana teknologi yang digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1 masih mampu berfungsi meski diluncurkan sejak 1977? Di tengah kemajuan pesat teknologi saat ini, justru sistem kuno Voyager 1 masih menjadi bukti kecanggihan rekayasa masa lalu yang tak lekang oleh waktu.

Teknologi yang Digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1: Simpel tapi Efektif

Teknologi yang digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1 memang bukan buatan abad ke-21, tapi justru itu yang membuatnya menakjubkan. Voyager 1 mengandalkan sistem komputer dengan memori hanya 69,63 kilobyte—bahkan lebih kecil dari foto smartphone masa kini. Namun, teknologi ini dirancang khusus untuk misi jangka panjang dan kondisi ekstrem luar angkasa.

Ditenagai oleh Radioisotope Thermoelectric Generator (RTG), Voyager 1 tetap aktif meskipun jauh dari sinar matahari. RTG menghasilkan listrik dari panas peluruhan plutonium-238, yang membuat wahana ini tetap hidup selama hampir lima dekade.

Advertisement

Komunikasi Antar Bintang: Bagaimana Voyager 1 Masih Kirim Data?

Salah satu keajaiban terbesar dari teknologi yang digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1 adalah sistem komunikasinya. Voyager 1 masih bisa mengirim sinyal ke Bumi meski sudah berada lebih dari 24 miliar kilometer jauhnya. Ini berkat antena berdiameter 3,7 meter yang terhubung ke jaringan Deep Space Network milik NASA.

Seperti dikutip dari laporan NASA hari ini, 12 Juni 2025, sinyal dari Voyager 1 membutuhkan waktu lebih dari 22 jam untuk tiba di Bumi. Hebatnya, meskipun teknologinya sederhana, transmisi tersebut tetap dapat diterima dan diolah oleh para ilmuwan.

Perangkat Ilmiah yang Terus Bekerja di Tengah Keterbatasan Energi

Saat ini, Voyager 1 hanya mengaktifkan sebagian instrumennya karena keterbatasan daya. Namun, teknologi yang digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1 tetap memungkinkan instrumen seperti magnetometer dan pengukur partikel energi rendah bekerja.

Menurut laporan resmi dari Jet Propulsion Laboratory (JPL), NASA harus membuat keputusan strategis dalam memilih instrumen mana yang harus tetap aktif. Ini dilakukan agar misi sains bisa terus berjalan meski energi listrik makin terbatas.

Penutup: Pelajaran dari Teknologi Lawas yang Masih Relevan

Dari semua pencapaian luar biasa ini, satu hal jadi jelas: teknologi yang digunakan pada Wahana Antariksa Voyager 1 adalah bukti bahwa desain yang sederhana, kokoh, dan tahan lama bisa melebihi ekspektasi zaman. Di saat teknologi modern berlomba-lomba jadi lebih kompleks, Voyager 1 mengingatkan kita bahwa fondasi kuat dan ketelitian rekayasa adalah kunci dari umur panjang sebuah inovasi. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID